Begitulah Ramadhan
Di puncak keutamaan yang hendak dipetik
Guyonan Talbis kian menggelitik
Pecah segala konsistensi dijerat hasrat duniawi
Dengan alibi nuansa 'Aidil fitri
Melejit mesjid menjadi sepi
Betapa shaf-shaf yang penuh dan sesak
Kian berkurang di malam-malam puncak
Esensi tak sekorelasi malam pertama
Tadarus menjadi seadanya
Berbagi tak lagi melomba-lomba
Qiyam dan Shiyam sekadarnya saja
Futur melebur sebujur 'udzur
Azam tenggelam diredam kultur
Lalu menjelmalah fenomena
Para pemburu malam mulia
Dengan keimanan yang alakadar
Hendak membeli Lailatul qadar
Semilir getir sepuluh akhir
Gudang dilema jiwa yang fakir
Murtadha Mj
(Aceh Utara, 22 Ramadhan 1444 H)
#ayatayatluka #Mtmj #Murtadhamj #puisi #puisimotivasi #puisiislami #puisiromantis #puisisedih #sajak #sajakmotivasi #sajaksajakcinta #sajakromantis #lirik #deskriptif #satire #kritiksosial #poem #quotes #luahanperasaan #rasadalamkata #gurindam #sastraindonesia #sajaktuandannona

Tidak ada komentar:
Posting Komentar