Di antara dua sujudku
Kutemukan aroma daun basah yang dibawa angin lembab subuh itu
Membasahi pori-pori relung hati yang lama gersang, tandus tanpa ilalang
Pada mata yang berkaca-kaca kulihat aku yang tertatih tak berdaya
Dikuliti bertubi-tubi hingga mati berkali-kali
Dibunuh fikiran sendiri
Dengan merangkak setengah mati kugapai (Alif) (Lam) itu
Namun (Mim) nya tak pernah ku temu
Lalu akhirnya pada lubang yang sama aku kembali
Dan hanya sesal yang sama yang aku temui
Lantas aku kembali melihat (Mim) itu dipuncak
Aku pun kembali merangkak
Dari segala futur yang mengubur
Namun (Mim) itu kian mengabur
Biarlah hidup berkalang dosa
Biarlah mati di peperangan merebut cahaya
(Aceh Utara, 25 April 2025)
#Murtadhamj #puisi #puisimotivasi #puisicinta #puisisufistis #puisisunyi #sajak #sajakmotivasi #sajaksangsalik


