Di sudut tenangnya malam Ramadhan
Teriakan-teriakan hujat mendebat dari dalam
Bukankah seharusnya damai di sini
Bukankah damai hadiah terbesar bulan suci
Lalu mengapa kelam menghujam jiwa
Cahaya Fathir enggan mengalir hilir dahaga
Di keagungan bulan penyembuh
Isi kepalamu begitu riuh
Hatimu begitu gaduh
Jiwamu begitu lusuh
Ambisi menguasai nurani
Ibadah tak ternikmati
Akalmu dibuntu keresahan
Esensi bulan suci dimanipulasi angan-angan
Ucap Shiyam pada Qiyam yang berantakan
(Aceh Utara, 08 Ramadhan 1445H)
#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan



