Jumat, 25 Februari 2022

TUAN SETAN YANG BENCI AZAN - Puisi Murtadha Mj


Tuan !
Sungguh kali ini kau sudah sangat keterlaluan
Ketika dengan dungu lidah sampah mu itu menamsilkan gonggongan anjing sebagai suara azan

Tidakkah sedikit saja kau merasa malu dengan Tuhanmu
Ketika kau mengakui diri sebagai bagian dari orang-orang beriman
Namun kau bandingkan lafazd Allah dengan suara binatang yang Allah haramkan dalam Al-qur'an
Dan dengan mengatasnamakan toleransi kau beralibi bahwa dalam penggunaan pengeras suara perlu dilakukan penertiban

Lagi-lagi
Analogi setan berpeci melahirkan kontroversi

Tuan !
Bukankah hakikatnya toleransi 
adalah dimana setiap pribadi mempunyai hak untuk mendapatkan ruang yang seluang-luangnya
Dalam menerapkan dan melaksanakan nilai-nilai perintah dan anjuran masing-masing agama
Dan ketika ada yang merasa terganggu dengan itu
Bukankah nilai-nilai toleransi ini patut dipertanyakan kepadanya
Namun tuan malah mengeluarkan peraturan yang mengharuskan agama itu sendiri untuk mengurangi nilai syiarnya
Narasi-narasi Islamophobia yang jadi bukti kebangsatan jiwa

Lagi-lagi
Analogi setan berpeci melahirkan kontroversi

Tuan 
Sudah cukup rakyat menderita dengan kebijakan-kebijakan yang hanya menguntungkan para penguasa
Jangan lagi kau menindas dengan aturan-aturanmu yang tidak jelas
Apa yang sesungguhnya terjadi di keheninganmu yang tak terlihat
Hingga akal dan hatimu mampu lahirkan aturan yang begitu bejat

Sebagai Muslim kami amat sangat menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama
Namun jangan juga tuan meIlupa
Bahwa kami adalah ummat yang rela mati demi Agama


(Aceh utara,25-Feb-2022)
Murtadha Mj

#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau

Rabu, 16 Februari 2022

HUJAN DAN KITA - Puisi Murtadha Mj

 

Nona !
Tahukah nona tahu apa yang kubenci dari hujan?

Dinginnya hawa tafsir lembutmu yang bersahaja
Aroma basah semerbak wangi senyummu yang merekah
Irama rintik membisik syahdu gemulai ayumu
Dedaunan melambai hangatkan kembali nuansa harmoni rambutmu yang terurai
Hingga setiap kali hujan melanda
Aku selalu tenggelam dalam kenangan kita

Lalu apakah nona tahu yang kusuka dari hujan ?
Aku suka berjalan didalamnya
Karena hujan selalu mampu sembunyikan airmata


Murtadha Mj
(Aceh utara , 16-Februari-2022)


#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau


Jumat, 11 Februari 2022

UANG - Puisi Murtadha Mj

 

Tamak duniawi mengikis lebat jagat nurani
Gerombolan serakah tafsirkan hujjah akan materi
Ketika uang bukan segalanya
Namun segalanya membutuhkan uang

Jarumku patah dalam lipatan benang
Cahaya buta iring nestapa meraba tenang
Bahagia selimut hampa
Kewajiban terbiar dalam ikhtiar membabi-buta
Resah tak pernah sudah
Sang nahkoda kehilangan arah

Tamak duniawi mengikis lebat jagat nurani
Gerombolan serakah tafsirkan hujjah akan materi
Ketika segalanya adalah pemberian
Bagaimana ia hendak berlimpah
Bila tiada satupun perintah yang terlaksanakan
Ketika segalanya hanyalah titipan
Bukankah lebih indah
Bila dalam mengejar jumlah mengutamakan keberkatan

Singkatnya
Kejarlah sesukamu 
Tanpa melanggar rambu-rambu
Kumpulkan tanpa melupa
Suatu saat kau akan meninggalkannya


Murtadha Mj
(Aceh utara , Februari - 2022)


#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau