Bulan suci melambai pergi
Namun masih saja debu nista kotori hati
Bahkan dibulan yang penuh berkah
pena jiwa masih saja menoreh salah
Layaknya musafir dibantai dahaga
yang enggan meneguk saat berada di telaga
Sejauh itu sudah kita dengannya
Sebuta itu sudah kita dengan kilau dunia
Tersesat di jalan yang penuh rambu-rambu
Silap langkah dijalan yang penuh penunjuk arah
Mirisnya lagi
Kita lebih memilih berbangga dengan segala dosa
Ketimbang mengakui kesalahan dan memohon ampunannya
Ya Rabb
Ramadhanmu sudahpun hendak berangkat
Sedang jiwa ini masih saja sibuk bermaksiat
Ramadhanmu sudahpun berada di penghujung
Namun raga ini masih saja sibuk
dengan alasan-alasan dunia yang tak berpenghujung
Lalu bagaimana hendak memaknai hari kemenangan
Bagi jiwa-jiwa yang kalah dalam pertempuran
(29-Ramadhan-1443H)
#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau

Tidak ada komentar:
Posting Komentar