Puisi Murtadha mj adalah sebuah blog yang berisi puisi-puisi karya Murtadha mj....
Note:
"Puisi tak memiliki batas dalam penafsiran"
"Karena tafsir bagi puisi adalah imajinasi dan perasaan"
Dan bagi kalian yang juga suka memakai perasaan untuk imajinasi mu...
Mari kita berimajinasi dalam rasa bersama...
salam 'imajinasi rasa'
Dalam mencintai Terkadang kau harus belajar mengikhlaskan Ketika apa yang kau usahakan dengan susah payah Dalam seketika dengan begitu saja luluh lantah Ketika apa yang kau perjuangkan dengan sepenuh hati Harus merelakan untuk masing-masing mencari jalan sendiri
Memang semua tak sesuai dengan harapan Namun genggaman itu
Pada masanya memang harus kau lepaskan Bukan tentang jemari yang tak lagi erat dalam menggenggam Namun perihal tangan
Hari ini Negeri yang katanya sentosa kembali meronta Kembali menggema teriakan-teriakan
Menuntut keadilan dari para penerus bangsa Ketika kebijakan yang dilahirkan Hanya bijak untuk penguasa Sang wakil yang tak lagi mewakili perwakilannya
Hari ini
Tanah yang katanya subur itu kembali melebur Para mahasiswa bertumpah ruah di jalan raya
Merealisasikan haknya dalam bersuara Menyampaikan aspirasi Tentang apa yang kau sebut kebijakan
Adalah penindasan Tentang apa yang kau namai cipta kerja Adalah mempersempit lapangan pekerjaan
Ketika wakil sudah mengkhianati yang di wakilinya Ketika seluruh kebijakan hanya berpihak ke penguasa Maka jangan salahkan mereka yang turun kejalan
Menyuarakan keadilannya
Karena kami para mahasiswa indonesia bersumpah Bertanah air satu Tanah air tanpa penindasan
Ada apa dengan negeri ini? Ketika seisi negeri masih meresahkan pandemi yang belum tentu ujungnya
Diam-diam kau mengeluarkan peraturan Yang menghilangkan hak yang dulu saja masih seadanya
Ketika hak semakin didesak Ketika kebebasan semakin dikekang Ketika wakil sudah menghianati yang diwakilinya Ketika seluruh kebijakan hanya bijak bagi penguasa
Bukankah patut kita curigai Ada apa dengan negeri ini..?
Ada apa dengan pandemi? Ada apa dengan uu cipta kerja?
Ketika dalam hidup ini kita hanyalah pemeran Kau harus mengerti Bahwa tugas kita hanyalah menjalani isi karangan Dimana tangis dan tertawa
Masing-masing ada masanya Dimana setiap sedih dan bahagia
Bukanlah akhir dari segalanya
Ketika dalam hidup ini kita hanyalah pemeran Harus kau pahami Bahwa tugas kita bukanlah meratapi Melainkan terus berusaha
Dan menerima alur ceritanya dengan sepenuh hati Dimana ketika kau jatuh dan tersungkur
Bukanlah alasan untuk kau mengeluh dan terus mundur Dimana jika kau gagal hari ini Adalah pertanda untuk hari esok kau harus melakukannya lebih baik lagi
Lalu bagaimana dengan do'a ? Do'a adalah satu jalan Dimana segala keluh di kesahkan Do'a adalah rumah pinta Yang jika selaras dengan kerasnya usaha
Mampu mengubah alur cerita
Ketika dalam hidup ini kita hanyalah pemeran Maka susah dan senang itu hanyalah adegan