Duhai jiwa yang remuk redam
Lihatlah, betapa dalam kau sudah tenggelam
Hatimu yang tak lagi merasakan apa-apa dengan tibanya Muharram
Kau Buta 'Asyura
Kau tuli Tasu'a
Kau begitu dikekang Dzulumat
Kau kehilangan Muslim nomor 1134
Lihatlah, betapa engkau disugesti bayang-bayang
Engkau dilena fatamorgana dunia hingga nilai imanmu berkurang
Bukankah pada apa yang kau kejar tak pernah kaudapatkan ketenangan
Bukankah selama ini engkau hanya melangkah dari satu masalah ke satu masalah
Lalu engkau label ia sebagai cobaan dari Allah
Engkau begitu yakin bahwa Allah Maha mendengar ketika do'amu kau panjat
Namun engkau lupa bahwa Allah yang Maha tidak buta ketika engkau bermaksiat
Duhai jiwa yang remuk redam
Katakan padaku
Sudah berapa lama engkau kehilangan tuma'ninah sujudmu
Sudah berapa lama engkau kehilangan nikmat ibadah itu
Sungguh sakit bukan ?
Ketika hatimu menginginkan taat
Namun akal yang dikawal nafsu memaksamu untuk terus bermaksiat
(Aceh Utara, 10 Muharram 1445 H)
puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan #quotes


