Sesaat selepas membahas pernikahan dengan kekasihnya, lelaki itu terduduk diremuk tenang
Isi kepalanya bertengkar dengan segala ketidakmungkinan
Tentang janji yang pernah terpatri
Tentang harapan yang tegak terpancang
Di sana segalanya begitu dekat
Di sana segalanya begitu mudah digapai
Di sana segalanya begitu mungkin tercapai
Namun hujan selalu mampu mengubur kemarau yang bertahun lamanya
Pohon rindang itu pun tergenang
Mengering lah daun-daun yang sedang bernyanyi
Hilanglah irama rindu yang terlalu dinikmati
Patah ranting pawana
Tumbang batang atma
Lelap lah diksi dalam buaian ibu puisi
Semenjak ranjang sajak tak mampu ia miliki
Jangkrik itupun berbisik sembari mengutip sunyi :
"Tidur saja, biarkan abadi ia menghuni puisi"
(Aceh Utara, 7 Juni 2024)
#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan
