Puisi Murtadha mj adalah sebuah blog yang berisi puisi-puisi karya Murtadha mj.... Note: "Puisi tak memiliki batas dalam penafsiran" "Karena tafsir bagi puisi adalah imajinasi dan perasaan" Dan bagi kalian yang juga suka memakai perasaan untuk imajinasi mu... Mari kita berimajinasi dalam rasa bersama... salam 'imajinasi rasa'
Selasa, 03 Juni 2025
TERKUBUR DI DIRI SENDIRI (2) - Puisi Murtadha Mj
Kamis, 22 Mei 2025
TERKUBUR DI DIRI SENDIRI - Puisi Murtadha Mj
Kamis, 24 April 2025
MEREBUT CAHAYA - Puisi Murtadha Mj
MENJADI DEBU - Puisi Murtadha Mj
Selasa, 22 April 2025
DAN PADA AKHIRNYA - Puisi Murtadha Mj -
Sabtu, 29 Maret 2025
NIAT LUHUR DI LEMBAH FUTUR - Puisi Murtadha Mj
Wajah nista masih saja mampu menggoda
Melambai dengan gemulai
Merayu dengan kilauan nafsu
Dan aku tenggelam di kelam angkara tipu daya itu
Tertatih-tatih ditindih murkanya yang menodai qalbu
Badai prahara kenikmatan sementara memporak-porandakan tatanan
Kapalku goyang
Layarnya enggan terkembang
Aku tak berdaya diamuk kecamuk perang yang begitu sulit dimenangkan
Tentang cita-cita yang dibunuh kewajiban
Tentang hashtag indonesia gelap
Tentang moral yang hilang dikalangan kaum pejabat
Tentang nya yang pergi
Tentang aku yang dengan bodohnya terus menanti
Merantai hati
Menyandra nurani
Ingin ku gapai cahaya itu
Membakar kegelapan yang mengakar membelenggu
Maka bila aku terlalu buruk sebagai hamba
Selama pipi ibu tak pernah basah
Selagi yang muda tumbuh dengan indah
Selagi sang senja menyala dengan tenang
Bahu yang tak lagi bertenaga tak harus lagi menanggung beban
ku mohon permudahkan jalannya
Ada keluarga yang harus ku antar bahagia
#Murtadhamj #puisi #puisimotivasi #sajak #sajakmotivasi #sajaksajakcinta #sajakromantis #sajaktuandannona #sajak #sajakcinta #sajakromantis #sajakpuitis #sajaktuandannona
Sabtu, 18 Januari 2025
SANG RAJA YANG TERSESAT - Karya Murtadha Mj
Aku tersesat dalam aku ku yang sekarat
Perang yang tak kunjung dimenangkan
Meski sudah mengorbankan berjuta penyesalan
Jalan ini terlalu licin, terjal, mudah sekali tergelincir
Tanpa aroma Tuhan
Jurang itu terlalu gelap dan dalam
Menyiksa tanpa bergeming
Memaksa sang raja untuk berpaling
Fana lah mahkota kemuliaan
Luluhlantah singgasana kebesaran
Tenggelam di ruang hampa penyesalan
Dan ketika aroma Tuhan kembali merebak
Pagar istana kembali terkoyak
(Aceh Utara, 21 November 2024)
#Murtadhamj #puisi #puisimotivasi #puisicinta #puisiromantis #puisisedih #sajak #sajakmotivasi #sajaksajakcinta #sajakromantis #sajaktuandannona
Kamis, 16 Januari 2025
TIADA SENJA HARI INI - Puisi Murtadha Mj
Rabu, 15 Januari 2025
TIADA SENJA HARI INI - Puisi Murtadha Mj
Kita adalah dua irama berbeda di singgasana waktu
Berdansa dalam dendangan semesta
Tanpa terganggu gelas yang pecah
Tanpa tersakiti jemari yang berdarah
Namun hari ini aku karam dalam lipatan ombak
Lautmu begitu dangkal
Pantainya begitu terjal
Kapalku terjebak di antara jejak yang engkau tinggal
Antara berlayar atau terdampar
Aku dimabuk lautmu hingga tak sadar
Tiada senja hari ini
Hanya mendung hitam yang merayakan mentari pergi
Dengan malamnya yang sibuk merajut embun di dedaunan
Menjelma sebatang luka pada remangnya cahaya bulan
Sedang hujan saja mampu menepi, bila bukan bunga itu yang hendak ia sirami
Begitu juga akan selalu kau jumpa pembatas, untuk sesuatu yang bukan prioritas
Dan akan selalu ada pilu di sebalik rindu tak terbalas
Entah itu kebodohan diri, atau keindahan mencintai
Satu yang pasti
Tiada senja hari ini
(Aceh Utara, 18 November 2024)
Selasa, 14 Januari 2025
SEBARIS AKU - Puisi Murtadha Mj
Di perjalanan mencari kedamaian
Manusia terlalu sibuk membaca langit
Hingga tak sempat mengeja bumi tempat di mana ia dipingit
Mereka tumbuh di atas dogma-dogma yang ia paksa percaya
Tanahnya gersang
Pohonnya mudah tumbang
Di kapaki realita pahit yang manisnya didogmakan
Seraya berdiri di depan petunjuk arah
Lalu menjadi penentu benar dan salah
Segalanya telah dipikirkan pendahulu
Kita hanya perlu yakin tanpa ragu
Abaikan perihal akal itu
Pohon itu pun tumbuh dengan rindang
Namun akarnya terlalu lemah mencengkram
Mudah diombang-ambing angin godaan
Dikalahkan pikat burung yang hinggap di tangkainya
Dilalaikan rayuan zaman yang harus dihindarnya
Yang sudah diajarkan namun dilarang mengenalinya
Hidup selalu di antara benar dan salah
Menurut keuntungan terlihat benar tak pernah salah
Mengumbar-ngumbar rasa peduli
Namun saudaranya dibiarkan mati
Aku adalah aku yang ku tuliskan
Dari selain apa yang ku bacakan
(Aceh Utara, 4 Januari 2025)









