Selasa, 30 Maret 2021

PENAKU PATAH | Puisi Murtadha mj

 


Akhir-akhir ini
Terasa begitu banyak yang ingin kutulis
Tentangmu yang semakin dingin
Tentangku yang sudah begitu asing
Tentang luka itu
Tentang segala yang menggumpal di paru-paru

Namun penaku patah
Kertasku basah
Sajak-sajakku pun mulai lelah
Dan di pagi ini
Seduhan kopi ibu temani dinginnya hujan kenangmu

Ya
Mungkin inilah saatnya mengikhlaskan
Anak burung itu sudah pandai terbang
Meninggalkan sarang dan melupakannya 
Adalah hal yang biasa bukan

Bukankah bulan juga begitu berarti
Meski panasnya dikalahkan mentari
Biarkan saja pena yang patah itu terus menulis luka
Selama kertasmu tak digenangi darahnya


Murtadha Mj
(Aceh utara, maret 2021)



#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau


Rabu, 17 Maret 2021

KITA DAN SEJARAH | Puisi Murtadha mj

 



Ketika kau mulai tak menyukai
Seketika itu kau tak lagi punya solusi
Seketika itu juga
Seluruh berharga mulai percuma
Kopi mulai membenci pahitnya
Gula yang mulai bosan dengan manisnya

Mulailah adat yang semestinya kebiasaan
Menjadi situs peninggalan
Dan perlahan menjadi kampungan
Hanya dengan alibi tuntutan masa kini
Mampu membeli jati diri

Sebab ketika kau melupakan sejarahmu 
Kau hanyalah pengembara yang kehilangan pulang
Yang selalu hanya ingin serasi
Dengan tak pernah memiliki
Bahasa hanya sekedar mengatasnama
Nuansa menjadi patokan bertatakrama

Sebab ketika kau melupakan sejarahmu
Dirimu hanyalah sebuah nama
Dengan beberapa nama di belakangnya
Yang kisah-kisahnya tak lagi dikenang
Dan pengaruhnya kian menghilang

Sebab ketika kau melupakan sejarahmu
Kau hidup tanpa pemandu


Murtadha Mj
(Aceh Utara, 15 Maret 2021)




#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau

Minggu, 14 Maret 2021

PERIHAL DIAMMU | Puisi Murtadha mj

 


Bila kau inginkan aku untuk memahami 
diammu
Selagi aku masih diruang luka ini
Setelah sekian lama padamulah kurintihkan 
perih itu

Yang kau temukan
Hanyalah reranting kering
Yang begitu ingin untuk berbunga
Yang kudapati
Hanyalah sisa-sisa hujan
Yang hanya bisa menikmati indahnya 
pelangi dari ujung dedaunan

Disini bukan lagi tentang segala mahu
Atau perihal sedia tidaknya untuk menunggu
Karena untuk melihat pelangi dan bunga tumbuh bersama
Membutuhkan hujan yang secukupnya
Sedang dengan kemarauku saat ini
Hujan itu hanya cukup bagi rerumputan
Untuk sekedar hidup di permukaan tanah 
yang kian kasar

Bila kau inginkan aku untuk memahami diammu
Aku hanya bisa berdoa
Semoga kau bahagia


Mt.Mj
(Aceh Utara, Maret - 2021)

InstagramYoutubeFBfanpage


#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau

Selasa, 09 Maret 2021

TENTANG MAKNA - Puisi Murtadha mj

 


Masih saja kau persoalkan
Tentang sandalmu yang putus itu

Sedang kayu saja rela menjadi api
Sebagai bukti bahwa ia pernah berharga
Api saja meninggalkan abu
Sebagai tanda disitu ia pernah membara
Bahkan hujan saja meninggalkan genangan
Sebagai kenangan bahwa ia pernah menghilang dahaga

Masih saja kau persoalkan
Tentang sandalmu yang putus itu

Langkahan , Maret 2021
(Murtadha mj)

#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau