Kita adalah dua irama berbeda di singgasana waktu
Berdansa dalam dendangan semesta
Tanpa terganggu gelas yang pecah
Tanpa tersakiti jemari yang berdarah
Namun hari ini aku karam dalam lipatan ombak
Lautmu begitu dangkal
Pantainya begitu terjal
Kapalku terjebak di antara jejak yang engkau tinggal
Antara berlayar atau terdampar
Aku dimabuk lautmu hingga tak sadar
Tiada senja hari ini
Hanya mendung hitam yang merayakan mentari pergi
Dengan malamnya yang sibuk merajut embun di dedaunan
Menjelma sebatang luka pada remangnya cahaya bulan
Sedang hujan saja mampu menepi, bila bukan bunga itu yang hendak ia sirami
Begitu juga akan selalu kau jumpa pembatas, untuk sesuatu yang bukan prioritas
Dan akan selalu ada pilu di sebalik rindu tak terbalas
Entah itu kebodohan diri, atau keindahan mencintai
Satu yang pasti
Tiada senja hari ini
(Aceh Utara, 18 November 2024)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar