Kamis, 22 Mei 2025

TERKUBUR DI DIRI SENDIRI - Puisi Murtadha Mj

 

Bersama secangkir kopi yang hampir dingin
Aku terduduk di bawah cahaya bulan yang menyelip remang di antara rindangnya dedaunan
Aku bercengkrama dengan segala ambisi
Bertutur kata dengan setiap luka yang masa beri

Hidup adalah tentang memberi arti pada setiap langkah yang mengukir kisah
Memberi makna pada setiap gerak yang meninggalkan jejak
Namun, di mana aku menemukan segalanya tertata dengan rapi
Aku malah kehilangan diri sendiri

Aku bertanya pada angin yang menusuk pori-pori 
Namun dia menjawab dengan sepoi dan gigil nya
Aku bertanya pada hening, namun dia tetap tak bergeming
Aku bertanya pada diam, namun diam tetap saja enggan bersuara
Lalu aku bertanya pada batang terakhir tembakau yang tersisa
Dan dia menjawab segalanya akan baik-baik saja

Beberapa kali aku berhasil mendaki gunung agung itu
Namun aku selalu tergelincir di tanjakan terakhir
Tanpa cahaya, aku kembali ke lembah yang sama
Tenggelam lebih dalam
Berlumur dengan penyesalan yang berulang kali aku temukan
Bergelut dengan harapan yang menuntut pembebasan
Terkubur di lembah futur
Melebur dalam gejolak ombak tafakur

Tatkala mentari mengintip
Peperangan yang berkecamuk itupun berhenti
Dan kembalilah aku pada cahaya yang menyilaukan mata yang tidak sempat terpejam
Kembali aku kepada bumi
Dengan segala kepura-puraan yang ku kenakan kembali

(Aceh Utara, 15 Mei 2025) 

#Murtadhamj #puisi #puisimotivasi #puisicinta #puisiromantis #puisisedih #sajak #sajakmotivasi #sajaksajakcinta #sajakromantis #sajaktuandannona

Tidak ada komentar:

Posting Komentar