Di perjalanan mencari kedamaian
Manusia terlalu sibuk membaca langit
Hingga tak sempat mengeja bumi tempat di mana ia dipingit
Mereka tumbuh di atas dogma-dogma yang ia paksa percaya
Tanahnya gersang
Pohonnya mudah tumbang
Di kapaki realita pahit yang manisnya didogmakan
Seraya berdiri di depan petunjuk arah
Lalu menjadi penentu benar dan salah
Segalanya telah dipikirkan pendahulu
Kita hanya perlu yakin tanpa ragu
Abaikan perihal akal itu
Pohon itu pun tumbuh dengan rindang
Namun akarnya terlalu lemah mencengkram
Mudah diombang-ambing angin godaan
Dikalahkan pikat burung yang hinggap di tangkainya
Dilalaikan rayuan zaman yang harus dihindarnya
Yang sudah diajarkan namun dilarang mengenalinya
Hidup selalu di antara benar dan salah
Menurut keuntungan terlihat benar tak pernah salah
Mengumbar-ngumbar rasa peduli
Namun saudaranya dibiarkan mati
Aku adalah aku yang ku tuliskan
Dari selain apa yang ku bacakan
(Aceh Utara, 4 Januari 2025)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar