Teruntuk senja yang tak pernah lepas
Dari irasnya paras mu
Teruntuk malam yang tak pernah diam
Dalam kelamnya bayangmu
Disini hujan terus melanda
Namun kemarau mu
Masih saja mampu sisakan dahaga
Meski semenjak kejadian itu
Aku tak lagi mengharap lebih
Namun ada bagian yang masih saja terasa pedih
Tak dapat ku sangkal
Bila bagimu akulah si jahat
Yang meninggalkan
Usai tercipta harapan yang begitu hebat
Biarlah aku menjadi watak antagonisnya kenangan mu
Dan kau menjadi sosok yang mengajarkan ku merela
Meski harus terluka
Murtadha Mj
(Aceh utara, Agustus 2021)
#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar