Minggu, 24 Januari 2021

SAJAK SEORANG RENTA - Puisi Murtadha mj

 


Di sela-sela kabut mega
Tinggallah seorang renta
Dengan terbatuk-batuk
Ia berbisik kepada dingin
Yang mulai bersahabat dengan keriput  kulitnya

Terkadang hidup begitu kejam ya , ngin !

Ya
Memang ia bukan berasal dari kaki awan itu
Ia sampai disitu
Setelah diremuk kehidupan
Dicabik-cabik harapan
Dikoyak-koyak hasil yang mengkhianati usaha dalam pencarian

Kini Paginya tak lagi cerah
Senjanya tak lagi memerah 
Serta dingin malamnya hanya bertemankan cahaya minyak tanah
Di gubuk kayu itu iya bertani sendirian
Menyemai harapan yang kedinginan

Dan di hari itu
Anak sulung nya datang
Membawa kabar gembira kampung halaman

Bapak apa kabar?
Ibu baik-baik saja
Kawan-kawan bapak yang merasa kehilangan
Setiap hari berdatangan
Mengkhawatirkan tentang keadaanmu
Lantas menyampaikan jumlah yang kau tinggalkan dulu
Dan ibu selalu menjawab mereka dengan air mata terharu

Selepas menyalakan gulungan tembakau
Yang terselip di kedua bibirnya, ia berkata:

Begitulah semesta
Tanpa luka kau tak cukup berharga



Murtadha Mj
(Aceh tengah, 23-Jan-2021)



#murtadhamj#sastra#sastraindonesia#karyasastra#syair#penyair#penyairindonesia#pujangga#sajak#sajakindonesia#puisi#puisiromantis#puisicinta#puisibaper#puisibuatpacar#puisibuatkekasih#puisimotivasi#puisisedih#kumpulanpuisi#puisiislami#puisinasehat#musikalisasipuisi#visualisasipuisi#puisicover#puisisasi#fiksionalisme#puisimantan#puisinarkoba#puisitentangkehidupan#voiceaction#katabijak#katanasehat#katamotivasi#katamutiara#katapuitis#melodikata#poem#poetry#perasaan#isihati#rasa#luahan#puisichairilanwar#puisiwijithukul#puisisemangat#puisisutopo#puisigusmus#puisimistis#puisigelap#contohpuisi#puisilovers#viral#terbaru#puisikeren#puisianakmuda#puisilegendaris#puisimodern#puisilampau#jenispuisi#puisipercintaan#belajarmembuatpuisi#olahkata#mainkata#pepatah#majas#adatbudaya#indonesia#melankolis#puisigalau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar