Rabu, 02 Oktober 2024

BISIK TERAKHIR (ANAK PERTAMA) - Puisi Murtadha Mj

 

Sesederhana putik
yang tak pernah diusik hujan
Batang tubuh penuh luka ini
bagi mereka adalah harapan

Patah-pun patah-lah !
Selagi senja masih kembali
Gelapnya malam sebatas keheningan
Pengantar pagi

" Bisik anak itu pada sang Ibu di ambang mati "


(Aceh Utara, 30 September 2024)



#puisi #puisimotivasi #puisicinta #puisiromantis #puisisedih #sajak #sajakmotivasi #sajaksajakcinta #sajakromantis #sajaktuandannona #sajaktuanromantis #sajaknonapuitis #sajakcinta #quotesfilsafat #logos #rasionalitas #filsafatkehidupan #berpikirfilosofis #sajak #sajakcinta #sajakromantis #sajakpuitis #sajaktuandannona

Selasa, 01 Oktober 2024

KEPADA ACEH - Puisi Murtadha Mj

 

Kepada Aceh, Serambi Mekkah yang hilang arah
Bumi pahlawan yang pahlawannya mulai terbiasa kesiangan
Tanah para Ulama yang ulamanya korban fitnah kekuasaan
Yang berbicara tentang merdeka pada generasi tuna-bahasa
Yang berbicara kesejahteraan sedang calon pemimpinnya berwacana meningkatkan pengangguran
Yang berwacana syari'at Islam, namun tergagap-gagap di depan Al-Qur'an 

Kepada Aceh, Serambi Mekkah yang hilang arah
Kau dipaksa berlayar dengan nahkoda buta Nautika
Yang lebih cenderung menyalahkan angin ketika miring arah kapalnya
Yang kewalahan di tengah badai intelektual
Terombang ambing di tebing-tebing pelinting moral
Tidak berdaya dengan mata pisau di genggaman
Yang semakin digenggam erat semakin hebat melukai tangan
Yang lalu darahnya menggenangi derap langkah generasi
Hingga pada memerahnya zirah-zirah suci

Kepada Aceh, Serambi Mekkah yang hilang arah
Tetaplah terjaga
Terpecah belah adalah gerbang terbuka untuk kehancuran sebuah bangsa

(Aceh Utara, 29 September 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan  

Kamis, 29 Agustus 2024

KELOPAK SENJA - Puisi Murtadha Mj

 

Pada sebatang rokok di tengah malam yang hujan aku menggigil kerinduan
Sukma tergenang tentangmu, puan !
Engkau yang datang dengan sederhana membuat aku terbiasa dan sialnya sembuhkan luka
Mungkinkah engkau orangnya ?
Mungkinkah engkau yang selama ini ku damba?

Bahkan aku terus bertanya pada tanah yang basah
Dapatkah dua benih yang terlahir dari iklim berbeda tumbuh bersama dengan indah
Atau hanya menjadi ambisi yang akan kembali menggores luka dengan kecewa tak pernah sudah
Wajahmu adalah seri yang membasahi dahaga relung ini
Di tengah duri yang menyisi membuka ruang tenangnya hati
Engkau pun mekar dengan megahnya
Aku ditawan oleh perdebatan bela sungkawa
Lalu kucoba genggam tangkainya
Entah tanganku yang kan berdarah atau kan indah nikmat harumnya

Namun satu yang pasti
Antara kita adalah rasa yang bersemi tanpa konklusi yang dipaksakan
Setiap kata menjadi kalimat tanpa adanya syarat yang memberatkan

Mekarlah di kau kelopak senja tanpa terluka gelapnya malam 

(Aceh Utara, 21 Agustus 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan        

Minggu, 25 Agustus 2024

PERINGATAN DARURAT DIKUMANDANGKAN - Puisi Murtadha Mj

 



PERINGATAN DARURAT DIKUMANDANGKAN 
Oleh : MtMj

Peringatan darurat dikumandangkan
Teriakan anak bangsa kembali memenuhi jalan
Mereka yang merasa dikhianati wakilnya sendiri, bangkit melawan menolak dikebiri

Semakin nyata saja tanah air kita sedang diporak-poranda 
Demi nama baik sebuah keluarga yang nyatanya tidak ada baik-baiknya 
Sayap Garuda dipatahkan
Putusan MK yang agung dibendung RUU dalam semalam
Menambah batasan usia yang hanya beberapa bulan 
Menyebarkan aroma karpet merah untuk sang pangeran

Kebusukan demi kebusukan terus menghiasi penghujung kuasa
Dan rakyat dipaksa hebat menelan semua sebagai wajar-wajar saja

Enggan, rakyat mulai muak
Lambung kecilnya yang terus disiksa beban hidup mulai gugup mencerna segala kelicikan
Matanya yang terus dilelahkan debu demokrasi yang dikebiri mulai bisa melihat dalang dibalik wayang yang dipentaskan

"Kita hari ini adalah rakyat yang dikhianati wakilnya sendiri " ucap seorang demonstran dengan berapi-api yang disambut teriakan masa penuh emosi

Yaa....
Kita adalah rakyat yang dikhianati wakilnya sendiri
Maka bergeraklah ketika diam mu tak pernah bisa mereka mengerti

Peringatan darurat dikumandangkan
Teriakan anak bangsa kembali memenuhi jalan

(Aceh Utara, 25 Agustus 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan


Minggu, 18 Agustus 2024

SELAMAT JALAN PERINDU SURGA - Puisi Murtadha Mj

 


Sore itu kulihat senja tenggelam di wajah nenek
Dengan seketika wajahnya berganti rona malam
Tak lagi kutemukan cahaya mata yang tak pernah reda menguatkan
Ucapan yang dulu selalu berupa nasehat hanya tersisa desahan Syahadat

"Asyhadu Alla Ilahaillah, Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah"

Bisiknya yang ditenggelamkan Isak tangis pelepas kepergian
Dan Ibu sibuk menggerai air mata yang sedari pagi ia kumpulkan

Pohon-pohon pun berbagi udara dengan jendela yang masih terbuka dan mulai minim cahaya
Di remang magrib yang baru tiba nyiur melafaz aroma duka
Melambai kepada harapan yang sedang berkemas
Untuk sebuah pulang sang kasih sayang yang tak terbatas
Aku terduduk di kursi bersandar hampa dan bersangga kehilangan
Terpampang jelas seorang anak yang sedang meratapi kalam suci untuk sang ibu di ambang pergi
Lentara kasih sayang sedang berjuang di sisa-sisa cahaya terakhirnya
Menuju keabadian Rahman dan Rahimnya sang Maha

Ya Rabb...
Bila malam tak lagi hening, lalu apa yang tersisa untuk paginya yang harus tetap bening
Bila pegangan tak lagi ada, apa yang terjadi dengan nasibnya si anak tangga
Tanpa aba-aba malam pun bertambah buta
Di puncak sebak satu keluarga
Tibalah saatnya jiwa keramat untuk menamatkan baris terakhir catatan takdirnya

Segalanya berawal dari yang satu dan kembali pada yang satu
Selamat jalan perindu surga
Selamat berjumpa di alam do'a


(Aceh Utara, 7 Agustus 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan 

Sabtu, 27 Juli 2024

AKULAH SANG TUNANETRA - Puisi Murtadha

 

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Menata yakin di tubuh doktrin yang berulang kali ku ajak bercinta namun tetap saja berakhir hampa
Tanpa rasa, segalanya menjadi patut untuk diragukan

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Pada keheningan yang disenggama kebimbangan ku melahirkan ribuan tanda tanya
Benarkah itu cinta ? 
Atau hanya fatamorgana keterbatasan akal belaka

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Segala "Bukankah" dan "Seharusnya" terus menitis badai skeptis di teras otoritas terbatasnya manusia
Bila ada kuasa, mengapa masih harus ada usaha ?
Bila ada kepastian, mengapa masih harus ada ujian ?
Dan bila ada pengetahuan, mengapa masih harus ada pembuktian ?

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Menjamah keniscayaan di antara puing-puing keraguan dalam mengisi kekosongan di alam makna
Segala harfiah yang merindu terjemah dibelenggu rasa takut melanggar lembar suci
Angkara akal terus menyangkal asal muasal meyakini
Tanpa tubuh, mustahil tumbuh
Tanpa utuh, nihil separuh

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Mengutip kepingan tanda kebesaran yang berserakan di laman fana

(Aceh Utara, 28 Juli 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan  

Jumat, 12 Juli 2024

PENGEMBARA TANPA NYAWA - Puisi Murtadha Mj

 

Aku berjalan di tengah gelapnya kefanaan
Berulang kali terjatuh disilaukan cahaya kepalsuan
Di ujung gelap ku tertatih dan berpaling kepada cahaya yang menyingsing
Bercermin pada embun yang bening
Dan kutemukan damai yang mulai ramai diperdebatkan orang-orang penting
Tanpa keabsahan
Tanpa kesucian
Dipenuhi noda konflik kepentingan

Pada malam yang buta kuikrarkan cinta
Tanpa hadirmu di singgasana terasa kosong di relung jiwa
Aku mengembara tanpa nyawa 
Berteriak tanpa suara
Memuji tanpa rasa
Mengagungkan tanpa junjungan di alam makna

Antara jeda atau akhir pencarian, perjalanan ini sungguh melelahkan

Aku ingin pulang ke pelukan cinta untuk merawat tubuh penuh luka
Bangun di pagi yang hangat dan berkicau di antara segala hujat dunia
Bersinar di teras sunyi dengan terang yang seadanya dalam buaian kebeningan yang sebenarnya

Tanpa rasa takut
Tanpa resah yang menghanyut
Tanpa debu pencitraan
Tanpa sesal dan kekhawatiran 


(Aceh Utara, 13 Juli 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan          

TENTANG MAKNA 2 - Puisi Murtadha Mj

 

Masih saja kau persoalkan tentang bajumu yang basah itu

Sedang tanah saja rela dibajak demi sang padi bisa berpijak
Sedang padi saja rela dikuliti demi sang beras yang rela disiksa panas demi sang nasi
Segalanya bukan tentang seberapa kenyang perutmu
Namun juga tentang seberapa kau mampu tak makan demi tak kelaparan orang-orang tersayangmu

Masih saja kau persoalkan tentang bajumu yang basah itu

Sedang besi saja rela ditempa demi tercipta tajamnya kapak
Sedang kapak saja rela dihantam demi menumbang kayu yang tegak
Sedang kayu saja rela berkeping demi si asing dinding yang layak
Segalanya bukan tentang seberapa banyak mampu kau hasilkan
Namun tentang bersama siapa yang sedikit itu kau habiskan

Masih saja kau persoalkan tentang bajumu yang basah itu
Dan terus saja kau mendebat hak dengan menolak kewajibanmu

(Aceh Utara, 10 Juli 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan     

Kamis, 06 Juni 2024

PENGHUNI PUISI - Puisi Murtadha Mj

 

Sesaat selepas membahas pernikahan dengan kekasihnya, lelaki itu terduduk diremuk tenang
Isi kepalanya bertengkar dengan segala ketidakmungkinan 
Tentang janji yang pernah terpatri
Tentang harapan yang tegak terpancang
Di sana segalanya begitu dekat
Di sana segalanya begitu mudah digapai
Di sana segalanya begitu mungkin tercapai

Namun hujan selalu mampu mengubur kemarau yang bertahun lamanya
Pohon rindang itu pun tergenang
Mengering lah daun-daun yang sedang bernyanyi
Hilanglah irama rindu yang terlalu dinikmati
Patah ranting pawana 
Tumbang batang atma
Lelap lah diksi dalam buaian ibu puisi
Semenjak ranjang sajak tak mampu ia miliki

Jangkrik itupun berbisik sembari mengutip sunyi :

"Tidur saja, biarkan abadi ia menghuni puisi"


(Aceh Utara, 7 Juni 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Senin, 27 Mei 2024

DARI TUBUH YANG LUSUH - Puisi Murtadha Mj

 

Ya Rabb...
Andai saja bukan karena kasih dan sayangmu 
Entah bagaimana nasib hamba-hamba sepertiku
Yang begitu lemah dalam mengawal diri
Tidak berdaya di depan dosa yang sama berulang kali
Setelah berulang kali juga menuai badai airmata di ruang sunyi

Ya Rabb...
Aku begitu ingin merasakan nikmat ibadah
Terlepas dari belenggu segala resah
Tanpa keterikatan segala fana
Terhalang dari bayang-bayang fatamorgana
Menerima segala yang terjadi sebagai wujud kasih sayang
Mencapai nilai insan yang melahirkan Ihsan

Ya Rabb...
Dari tubuh yang lusuh tak berdaya ini
Aku merayu engkau cintai
Terasa begitu sesak di sini
Segalanya kosong tanpa isi
Hanya berlari dari keinginan ke keinginan
Yang tidak berdasarkan keimanan 
Yang pada akhirnya menemui titik jenuh
Di mana segalanya tak lagi utuh
Dan pada titik ini aku membutuhkanmu

Ya Rabb
Tanamkanlah Istiqamah
Hadirkan keteguhan untuk bertahan di jalan yang engkau arah
Karena begitu pedih ketika jiwa membutuhkanmu
Namun raga terus memaksa jauh dari mu

(Aceh Utara, 28 Mei 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Sabtu, 18 Mei 2024

SAJAK PENIKMAT LUKA - Puisi Murtadha Mj

 

Pada cahaya pagi yang menyingsing
Tersemai damai di ujung hening

Segala cerita bermula di sana
Tentang burung-burung yang meninggalkan sarang
Tentang sisa-sisa embun di ujung dedaunan
Tentang aroma tanah yang basah
Tentang jiwa yang terus saja dilanda resah
Tentangmu yang pernah hadir namun tidak menjadi takdir
Tentang malam yang baru saja berlalu dengan kegagalannya mengusir rindu

Tentang hati yang berantakan dipaksa kuat mati-matian 
Tentang airmata pemberi makna kedewasaan
Tentang mimpi seorang pemuda yang digadaikan demi keluarga
Tentang hidup ini adalah seni menikmati luka

Pada cahaya pagi yang menyingsing
Tersemai damai di ujung hening
Dan pada riuhnya do'a Ibu
Tersimpan jawaban segala buntu

(Aceh Utara, 18 Mei 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Selasa, 14 Mei 2024

DISANDRA CAKRAWALA - Puisi Murtadha Mj

 

Sore itu senja adalah wajahmu
Semilir angin membisikkan ingatan indah itu
Ilalang yang bergoyang tempias kenang manis senyummu
Aku disandra cakrawala
Meratap dalam bahasa tak berucap di ujung cahaya

Aku terjebak di kelopak binar matamu
Menari di antara puing-puing puisi
Lalu pada irama luka yang menga-nga kau hadir sebagai makna
Membuyarkan lamunan di batang rindu yang tak bertuan sekian lama
Aku disandra cakrawala
Meratap dalam bahasa tak berucap di ujung cahaya

(Aceh Utara, 13 Mei 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan        

Jumat, 03 Mei 2024

SERAKAH - Puisi Murtadha Mj

 

Di balik rinai yang membasah ku lihat kecambah yang mulai patah
Bersandar pada rapuhnya lentera kepalsuan
Bertumpu pada rancunya alam pikiran
Segala hampa subur di sana
Kepentingan hanya kisaran nafsu dunia
Lalai di tengah badai
Berfoya-foya di antara jiwa yang terbengkalai

Di balik rinai yang membasah ku lihat kecambah yang mulai patah
Dihimpit bibit pemecah belah
Dijerat muslihat pejabat serakah
Keteladanan sebatas asupan pembenaran
Kedermawanan sebatas alas ketenaran

Lalu di puing-puing yang berserakan tumbuh pembunuh kebuntuan
Dengan gagahnya berorasi tanpa satupun termotivasi
Dengan lantangnya bersuara pada singgasana telinga sendiri

(Aceh Utara, 3 Mei 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Kamis, 25 April 2024

PEMIKIR TANPA BERPIKIR - Puisi Murtadha Mj

 

PEMIKIR TANPA BERPIKIR
karya : Murtadha Mj

Pada hujan ku menggali tetesan damai
Terlalu banyak aksara yang bermadah di kepala
Tentang segala nilai yang terabaikan
Tentang keliru yang begitu dibudidayakan
Tentang akal sehat yang diracuni
Tentang kelihaian membodohi
Tentang si jalang penyembah uang
Tentang si alim yang membenci sembahyang
Tentang si kambing yang bebas digiring
Tentang si hebat yang teguh menjilat
Tentang si dungu yang selalu diperalat
Tentang pemikir tanpa berpikir

Mengapa nurani terlalu pudar di sini
Semua sibuk mengejar kesia-siaan dengan menggadai nilai sejati
Semua sibuk menunjuk diri pada segala hal yang tak mereka pahami
Semua sibuk menumpuk pembenaran untuk membenamkan kebenaran

Untuk itukah manusia dicipta ?
Ataukah ada hal yang lebih sakral lainnya ?
Pada intinya
Jangan pernah berhenti berpikir

(Aceh Utara, 25 April 2024)


#puisi #antologipuisi #bukupuisi  #puisibijak #puisimotivasi #puisiromantis #sastra #sastraindonesia #sajak #sajakpuitis #katabijak #katakata #quotes #dailyquotes

Senin, 18 Maret 2024

QIYAM DI SUDUT KELAM - Puisi Murtadha Mj

 

Di sudut tenangnya malam Ramadhan
Teriakan-teriakan hujat mendebat dari dalam
Bukankah seharusnya damai di sini
Bukankah damai hadiah terbesar bulan suci
Lalu mengapa kelam menghujam jiwa
Cahaya Fathir enggan mengalir hilir dahaga

Di keagungan bulan penyembuh
Isi kepalamu begitu riuh
Hatimu begitu gaduh
Jiwamu begitu lusuh
Ambisi menguasai nurani
Ibadah tak ternikmati
Akalmu dibuntu keresahan
Esensi bulan suci dimanipulasi angan-angan

Ucap Shiyam pada Qiyam yang berantakan

(Aceh Utara, 08 Ramadhan 1445H)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Senin, 11 Maret 2024

BERDENGUNG - Karya Murtadha Mj

 

Pada aroma pagi yang basah
Tercium harumnya bulan yang penuh berkah
Pada lembutnya mentari menyapa
Tersemat hangatnya nuansa bulan mulia
Pada beningnya sisa embun di ujung dedaunan
Berkarat dekatnya bulan penuh ampunan

Dan di ambang datangnya Ramadhan
Ada jiwa yang kelelahan
Ada nurani yang lusuh dibunuh kemaksiatan
Ada raga yang tak berdaya disiksa keresahan
Ada hati yang merindui esensi beribadah dengan penuh kenikmatan

Pada titik ini
Genderang perang telah ditabuh
Kapal pun berlabuh
Berdengung lumbung ruh
Salik berdosa terus meronta
Langgam Pandora tergenang air mata

(Aceh Utara, 10 Maret 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan


Senin, 04 Maret 2024

ELEGI MIMPI SEPOTONG PAGI - Puisi Murtadha Mj

 

Leburlah dengkur pada sebujur dinginnya pagi
Memeluk sejuk tetesan embun yang hendak pergi
Melekat rahmat sekeping hangat wajah mentari
Timur memerah pertanda kisah memulai langkah
Membenam resah pada aroma tanah yang basah

Lagu yang sama dimainkan
Rentak yang lama dikobarkan
Menyala dalam gaduh tubuh semesta
Terbakar di tengah kasar sangkar dunia
Bergerak di antara retak kefanaan
Menyulam azam di pinggir tabir takdir Tuhan
Mendidih perih di alam rintih
Meraba asa dalam nestapa di ruang pedih

Dan pada akhirnya
Camar yang terbang menghalau elang
Demi mereka yang masih buta di dalam sarang

(Aceh Utara, 24 Februari 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Sabtu, 02 Maret 2024

PENIKMAT LUKA - Puisi Murtadha Mj

 

Di sudut sepi penghujung malam
Penyair itu sibuk mengutip embun yang berjatuhan

Sungguh sakit, bukan ?
Ketika bagimu sebuah ketulusan
Namun baginya menjadi bahan bercandaan
Baginya memberi hati adalah perihal terpenuhi segala tuntutan 
Bukan saling memahami dan menerima kekurangan
Dan bukankah akalmu berkata bukan dia
Namun mengapa hatimu mulai merasa berat meninggalkannya

Pada titik ini
Kau bebas berhenti 
Atau memilih menikmati luka dengan tetap di sini

"Ucap resah pada patah yang gelisah"

(Aceh Utara, 3 Maret 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan #quotes 

Jumat, 23 Februari 2024

TENTANG HALUAN - Puisi Murtadha Mj

 


Lihatlah Tuan !
Betapa kini kau semakin berubah
Kulihat senyummu tak lagi cerah
Bola matamu kerap kali basah
Tegarmu dibunuh resah

Kau tampak seperti orang yang ling-lung
Dalam segala kondisi kau dapati tak lagi untung
Langkahmu mengisah gundah
Jejakmu menyirat retak
Kewibawaanmu tak terlihat lagi
Kau bermusuhan dengan diri sendiri

Tuan !
Tidakkah kau rindu dengan nikmat ibadah itu
Ketika segalanya datang membawa tenang
Ketika segalanya pergi dengan alasan yang melarang ditangisi
Ketika segala resah punah dikunyah puisi

Pada intinya
Perhatikan haluanmu
Kau mulai berlayar jauh keluar dari radar Rabbmu

(Aceh Utara, 20 Februari 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan #quotes 

Senin, 19 Februari 2024

PRINSIP NURANI - Puisi Murtadha Mj

 

Hidup itu harus punya prinsip
Prinsip itu harus kuat 
Jangan sampai diombang-ambing pendapat
Kritik dan saran adalah air baku 
Yang harus dijernihkan pengalaman dan Ilmu
Dan setelah ia menjadi makna yang kau terima
Pegang teguh kebeninganmu
Jaga ia dengan istiqamah
Biarkan ia membeku di dalam darah
Biarkan ia larut menjadi daging
Hingga tiada lagi celah untuk berpaling

Sebab terkadang bukan salah angin pohon itu tumbang
Namun akarnya yang kurang kuat dalam mencengkram
Bukan salah gempa gedung itu runtuh
Namun tiangnya saja yang terlalu rapuh
Kapal harus tetap berlayar
Meski dilanda badai yang besar
Roda harus tetap berputar
Meski jalannya begitu kasar

Pada intinya
Jangan pernah membohongi nurani
Hanya karena ingin diakui

(Aceh Utara, 17 Desember 2023)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan #quotes 

Sabtu, 27 Januari 2024

PERIHAL PEMIMPIN - Puisi Murtadha Mj

 

Bukankah pemimpin seperti ini yang kita rindukan?
Pemimpin yang mengerti bahwa kepemimpinan 
Adalah perihal tanggung jawab dengan Tuhan
Pemimpin yang peka bahwa menjadi kepala negara 
Adalah perihal menempatkan rakyat sebagai keluarga
Berapa lama Indonesia merana
Keadilan hanya tercipta bagi mereka yang punya tahta
Berapa lama Ibu Pertiwi menangis
Tanah yang ia bela dengan airmata dijadikan ladang bisnis
Berapa lama anak bangsa menjerit
Pendidikan susah lapangan kerja sempit

Dan tibalah kita di persimpangan 
Gagasan perubahan dilaungkan
Para abdi istana ketakutan
Tipu muslihat dimainkan
Nurani cacat psikopat kekuasaan

Bukankah patut kita curiga
Bahwa ini adalah jawaban segala do'a 
Bahwa Indonesia merindukan pemimpin yang bijaksana
Mempunyai tanggung jawab keteladanan Sang Baginda
Berhati pemersatu layaknya Salahuddin Al-Ayyubi
Berjiwa sang penakhluk Muhammad Al-Fatih pemberani

Bukankah pemimpin seperti ini yang kita rindukan ?
Pemimpin yang memahami esensi demokrasi adalah menghadirkan keadilan
Bukan menjadi alat dinasti demi ambisi kekuasaan

(Aceh Utara, 27 Januari 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan #quotes