Kepada Aceh, Serambi Mekkah yang hilang arah
Bumi pahlawan yang pahlawannya mulai terbiasa kesiangan
Tanah para Ulama yang ulamanya korban fitnah kekuasaan
Yang berbicara tentang merdeka pada generasi tuna-bahasa
Yang berbicara kesejahteraan sedang calon pemimpinnya berwacana meningkatkan pengangguran
Yang berwacana syari'at Islam, namun tergagap-gagap di depan Al-Qur'an
Kepada Aceh, Serambi Mekkah yang hilang arah
Kau dipaksa berlayar dengan nahkoda buta Nautika
Yang lebih cenderung menyalahkan angin ketika miring arah kapalnya
Yang kewalahan di tengah badai intelektual
Terombang ambing di tebing-tebing pelinting moral
Tidak berdaya dengan mata pisau di genggaman
Yang semakin digenggam erat semakin hebat melukai tangan
Yang lalu darahnya menggenangi derap langkah generasi
Hingga pada memerahnya zirah-zirah suci
Kepada Aceh, Serambi Mekkah yang hilang arah
Tetaplah terjaga
Terpecah belah adalah gerbang terbuka untuk kehancuran sebuah bangsa
(Aceh Utara, 29 September 2024)
#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar