Di balik rinai yang membasah ku lihat kecambah yang mulai patah
Bersandar pada rapuhnya lentera kepalsuan
Bertumpu pada rancunya alam pikiran
Segala hampa subur di sana
Kepentingan hanya kisaran nafsu dunia
Lalai di tengah badai
Berfoya-foya di antara jiwa yang terbengkalai
Di balik rinai yang membasah ku lihat kecambah yang mulai patah
Dihimpit bibit pemecah belah
Dijerat muslihat pejabat serakah
Keteladanan sebatas asupan pembenaran
Kedermawanan sebatas alas ketenaran
Lalu di puing-puing yang berserakan tumbuh pembunuh kebuntuan
Dengan gagahnya berorasi tanpa satupun termotivasi
Dengan lantangnya bersuara pada singgasana telinga sendiri
(Aceh Utara, 3 Mei 2024)
#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar