Jumat, 12 Juli 2024

PENGEMBARA TANPA NYAWA - Puisi Murtadha Mj

 

Aku berjalan di tengah gelapnya kefanaan
Berulang kali terjatuh disilaukan cahaya kepalsuan
Di ujung gelap ku tertatih dan berpaling kepada cahaya yang menyingsing
Bercermin pada embun yang bening
Dan kutemukan damai yang mulai ramai diperdebatkan orang-orang penting
Tanpa keabsahan
Tanpa kesucian
Dipenuhi noda konflik kepentingan

Pada malam yang buta kuikrarkan cinta
Tanpa hadirmu di singgasana terasa kosong di relung jiwa
Aku mengembara tanpa nyawa 
Berteriak tanpa suara
Memuji tanpa rasa
Mengagungkan tanpa junjungan di alam makna

Antara jeda atau akhir pencarian, perjalanan ini sungguh melelahkan

Aku ingin pulang ke pelukan cinta untuk merawat tubuh penuh luka
Bangun di pagi yang hangat dan berkicau di antara segala hujat dunia
Bersinar di teras sunyi dengan terang yang seadanya dalam buaian kebeningan yang sebenarnya

Tanpa rasa takut
Tanpa resah yang menghanyut
Tanpa debu pencitraan
Tanpa sesal dan kekhawatiran 


(Aceh Utara, 13 Juli 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar