Sabtu, 27 Juli 2024

AKULAH SANG TUNANETRA - Puisi Murtadha

 

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Menata yakin di tubuh doktrin yang berulang kali ku ajak bercinta namun tetap saja berakhir hampa
Tanpa rasa, segalanya menjadi patut untuk diragukan

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Pada keheningan yang disenggama kebimbangan ku melahirkan ribuan tanda tanya
Benarkah itu cinta ? 
Atau hanya fatamorgana keterbatasan akal belaka

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Segala "Bukankah" dan "Seharusnya" terus menitis badai skeptis di teras otoritas terbatasnya manusia
Bila ada kuasa, mengapa masih harus ada usaha ?
Bila ada kepastian, mengapa masih harus ada ujian ?
Dan bila ada pengetahuan, mengapa masih harus ada pembuktian ?

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Menjamah keniscayaan di antara puing-puing keraguan dalam mengisi kekosongan di alam makna
Segala harfiah yang merindu terjemah dibelenggu rasa takut melanggar lembar suci
Angkara akal terus menyangkal asal muasal meyakini
Tanpa tubuh, mustahil tumbuh
Tanpa utuh, nihil separuh

Akulah sang tunanetra yang berjalan di tengah samar dunia
Mengutip kepingan tanda kebesaran yang berserakan di laman fana

(Aceh Utara, 28 Juli 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar