Sebujur Palestine terkapar di antara Iman-iman yang pudar
Tanahnya memerah dengan darah tak bersalah
Langitnya gelap meratap rudal musuh biadab
Kotanya rusak menjadi puing-puing berserak
Tangis balita dimana-mana
Kemanusiaan meregang nyawa
Al-Aqsa menggigil
Namun para pemimpin Islam masih saja enggan terpanggil
Tangis Al-Aqsa kian menggema
Namun para pemimpin Islam masih saja enggan membela
Apa lagi yang kau tunggu ?
Tidakkah kau lihat betapa Israel semakin bejat dengan muslihat yang diperkuat sekutu
UNI Eropa terang-terangan beri dukungan
Alat perang dan senjata serta ribuan tentara dikerahkan
Diplomatik mereka akali
Influencer segala media mereka beli
Betapa dahsyatnya makar Yahudi
Serangan rudal membabi buta telah merenggut ribuan nyawa
Listrik ditiadakan
Sumber air disumbat
Bantuan kemanusiaan dicegat
Rumah sakit jadi sasaran
Masjid para Ambia hendak dibumihanguskan
Lalu ingin kau sebut apa dirimu
Bila kau hanya diam ketika kafirin membantai saudaramu
Bukankah sudah jelas di dalam sabda
Bahwa kita Muslim adalah bersaudara
Lalu apa yang hendak kau katakan pada Rasulullah
Bila kau tak membela saudaramu yang dijajah
Wahai Muslim bangkitlah
Rapatkan barisan di bawah panji Rasulullah
Inilah perang akhir zaman
Yang hari esok akan dipertanggung jawabkan
(Aceh Utara, 5 November 2023)
#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan #quotes

Tidak ada komentar:
Posting Komentar