Diantara beribu luka yang membakar
Namamu ku sematkan sebagai penawar
Dan entah mengapa ia mampu padamkan perih itu
Putik mekar di tengah kemarau
Kapal tua arung samudra di tengah pulau
Ahhh...
Aku terlalu mudah jatuh hati
Bahkan engkau pergi tanpa pamit
Ketika di sepertiga malamku namamu melangit
(Aceh Utara, 10-09-2023)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar