Pada sebatang rokok di tengah malam yang hujan aku menggigil kerinduan
Sukma tergenang tentangmu, puan !
Engkau yang datang dengan sederhana membuat aku terbiasa dan sialnya sembuhkan luka
Mungkinkah engkau orangnya ?
Mungkinkah engkau yang selama ini ku damba?
Bahkan aku terus bertanya pada tanah yang basah
Dapatkah dua benih yang terlahir dari iklim berbeda tumbuh bersama dengan indah
Atau hanya menjadi ambisi yang akan kembali menggores luka dengan kecewa tak pernah sudah
Wajahmu adalah seri yang membasahi dahaga relung ini
Di tengah duri yang menyisi membuka ruang tenangnya hati
Engkau pun mekar dengan megahnya
Aku ditawan oleh perdebatan bela sungkawa
Lalu kucoba genggam tangkainya
Entah tanganku yang kan berdarah atau kan indah nikmat harumnya
Namun satu yang pasti
Antara kita adalah rasa yang bersemi tanpa konklusi yang dipaksakan
Setiap kata menjadi kalimat tanpa adanya syarat yang memberatkan
Mekarlah di kau kelopak senja tanpa terluka gelapnya malam
(Aceh Utara, 21 Agustus 2024)
#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan


