Kamis, 29 Agustus 2024

KELOPAK SENJA - Puisi Murtadha Mj

 

Pada sebatang rokok di tengah malam yang hujan aku menggigil kerinduan
Sukma tergenang tentangmu, puan !
Engkau yang datang dengan sederhana membuat aku terbiasa dan sialnya sembuhkan luka
Mungkinkah engkau orangnya ?
Mungkinkah engkau yang selama ini ku damba?

Bahkan aku terus bertanya pada tanah yang basah
Dapatkah dua benih yang terlahir dari iklim berbeda tumbuh bersama dengan indah
Atau hanya menjadi ambisi yang akan kembali menggores luka dengan kecewa tak pernah sudah
Wajahmu adalah seri yang membasahi dahaga relung ini
Di tengah duri yang menyisi membuka ruang tenangnya hati
Engkau pun mekar dengan megahnya
Aku ditawan oleh perdebatan bela sungkawa
Lalu kucoba genggam tangkainya
Entah tanganku yang kan berdarah atau kan indah nikmat harumnya

Namun satu yang pasti
Antara kita adalah rasa yang bersemi tanpa konklusi yang dipaksakan
Setiap kata menjadi kalimat tanpa adanya syarat yang memberatkan

Mekarlah di kau kelopak senja tanpa terluka gelapnya malam 

(Aceh Utara, 21 Agustus 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan        

Minggu, 25 Agustus 2024

PERINGATAN DARURAT DIKUMANDANGKAN - Puisi Murtadha Mj

 



PERINGATAN DARURAT DIKUMANDANGKAN 
Oleh : MtMj

Peringatan darurat dikumandangkan
Teriakan anak bangsa kembali memenuhi jalan
Mereka yang merasa dikhianati wakilnya sendiri, bangkit melawan menolak dikebiri

Semakin nyata saja tanah air kita sedang diporak-poranda 
Demi nama baik sebuah keluarga yang nyatanya tidak ada baik-baiknya 
Sayap Garuda dipatahkan
Putusan MK yang agung dibendung RUU dalam semalam
Menambah batasan usia yang hanya beberapa bulan 
Menyebarkan aroma karpet merah untuk sang pangeran

Kebusukan demi kebusukan terus menghiasi penghujung kuasa
Dan rakyat dipaksa hebat menelan semua sebagai wajar-wajar saja

Enggan, rakyat mulai muak
Lambung kecilnya yang terus disiksa beban hidup mulai gugup mencerna segala kelicikan
Matanya yang terus dilelahkan debu demokrasi yang dikebiri mulai bisa melihat dalang dibalik wayang yang dipentaskan

"Kita hari ini adalah rakyat yang dikhianati wakilnya sendiri " ucap seorang demonstran dengan berapi-api yang disambut teriakan masa penuh emosi

Yaa....
Kita adalah rakyat yang dikhianati wakilnya sendiri
Maka bergeraklah ketika diam mu tak pernah bisa mereka mengerti

Peringatan darurat dikumandangkan
Teriakan anak bangsa kembali memenuhi jalan

(Aceh Utara, 25 Agustus 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan


Minggu, 18 Agustus 2024

SELAMAT JALAN PERINDU SURGA - Puisi Murtadha Mj

 


Sore itu kulihat senja tenggelam di wajah nenek
Dengan seketika wajahnya berganti rona malam
Tak lagi kutemukan cahaya mata yang tak pernah reda menguatkan
Ucapan yang dulu selalu berupa nasehat hanya tersisa desahan Syahadat

"Asyhadu Alla Ilahaillah, Wa Asyhadu Anna Muhammadarrasulullah"

Bisiknya yang ditenggelamkan Isak tangis pelepas kepergian
Dan Ibu sibuk menggerai air mata yang sedari pagi ia kumpulkan

Pohon-pohon pun berbagi udara dengan jendela yang masih terbuka dan mulai minim cahaya
Di remang magrib yang baru tiba nyiur melafaz aroma duka
Melambai kepada harapan yang sedang berkemas
Untuk sebuah pulang sang kasih sayang yang tak terbatas
Aku terduduk di kursi bersandar hampa dan bersangga kehilangan
Terpampang jelas seorang anak yang sedang meratapi kalam suci untuk sang ibu di ambang pergi
Lentara kasih sayang sedang berjuang di sisa-sisa cahaya terakhirnya
Menuju keabadian Rahman dan Rahimnya sang Maha

Ya Rabb...
Bila malam tak lagi hening, lalu apa yang tersisa untuk paginya yang harus tetap bening
Bila pegangan tak lagi ada, apa yang terjadi dengan nasibnya si anak tangga
Tanpa aba-aba malam pun bertambah buta
Di puncak sebak satu keluarga
Tibalah saatnya jiwa keramat untuk menamatkan baris terakhir catatan takdirnya

Segalanya berawal dari yang satu dan kembali pada yang satu
Selamat jalan perindu surga
Selamat berjumpa di alam do'a


(Aceh Utara, 7 Agustus 2024)


#sastra #karyasastra #sastraindonesia #puisi #puisikehidupan #puisicinta #puisiromantis #puisipuitis #puisiislami #puisimotivasi #puisibijak #puisihati #katabijak #katabijakkehidupan #katamotivasi #katamotivasikehidupan